web 2.0

Selasa, 23 April 2013

YANG KUAT YANG DISUKA

LDII Sulawesi Tengah - Sudah sejak pertengahan Februari 2013 kemarin saya mulai rajin jogging, tiga kali seminggu. Saya memilih sore hari karena memang saat itulah yang relatif lebih longgar. Awalnya, pilihan pertama adalah keliling Lapangan Vatulemo di depan Kantor Walikota Palu. Hanya tiga putaran, dan itu berarti hanya menempuh jarak dua kilometer kurang sedikit. Kesempatan kedua, saya berhasil menempuh lima putaran atau tiga kilometer lebih (juga sedikit). Setelah beberapa kali di sana, saya berpindah lokasi di halaman parkir Bandara Mutiara-keluar-dan masuk kembali. Udara di sini, bandara, sejuknya luar biasa dan nyaris tanpa karbon monoksida dari knalpot kendaraan bermotor. Meskipun demikian, jarak tempuh saya rata-rata memang hanya 3 kiloan. 

Kompleks Lapangan Vatulemo Kota Palu,
Google Earth. (Dok. DPW LDII Sulteng).
Nah, akhir-akhir ini saya tidak ke kedua tempat itu lagi. Pertama, untuk kesana harus naik kendaraan sekitar 15 menit. Pulang-pergi ketemunya 30 menit. Selain itu juga makan bensin. Kedua, waktu untuk berangkat dan pulang ke masing-masing lokasi di atas hampir sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk berlari sejarak tiga kilo tadi. Maka, sekarang, setelah mengenakan sepatu kets, saya segera keluar rumah dan berlari di jalan beraspal. Hampir tepat tiga puluh menit kemudian, saya sudah tiba kembali di depan rumah dan berhasil menempuh jarak standar, 3 kilometer. Saya setengah terpaksa menelusuri Jl. Dewi Sartika Kota Palu, Sulteng, karena padatnya lalu lintas.

Salah satu ‘pejogging’ sedang berjalan di seputaran Vatulemo
Kota Palu. (Dok. DPW LDII Sulteng)
Hasilnya? Setelah satu bulan, diikuti dengan memperbanyak konsumsi sayuran, berat badan turun dua kilogram. Juga, badan terasa lebih bugar dan bertenaga. Berita positif lainnya adalah dua pantalon saya bisa kembali direst hingga habis di ujung atas.

Beberapa kali memang muncul rasa malas. Apalagi selalu ada rasa sakit pada betis bagian atas dan paha bagian belakang saat melewati empat tiang listrik pertama, dua ratus meter. Juga, yang pasti, dada terasa panas, mulut kering, dan hidung gatal-gatal seperti dihinggapi lalat saat tidur siang. Namun, sejauh ini saya berhasil memaksa diri untuk bangun dan berlari. Kenapa?

Pasalnya, menurut perhitungan standar BMI (Body Mass Index), berat badan saya kelebihan sekitar 8 kilogram. Padahal, pola makan tidak mengalami perubahan, alih-alih naik. Baru sekitar pertengahan Maret saya ketahui bahwa pria di atas 40 tahun memang cenderung bertambah gemuk. Adalah Yahoo! yang merilis informasi itu. Saya tidak ingat detil angkanya. Katanya, kira-kira begini, sebelum 40 tahun badan kita menyerap sekitar 2.200 kkal perhari. Maka, jika kita makan seukuran itu tidak akan menambah berat badan. Semua terserap. Setelah lewat usia itu, badan kita hanya mampu menyerap 2.000 kkal. Bila pola makan tetap, berarti ada sekitar 200 kkal yang tidak terserap dan diubah menjadi timbunan lemak.

Kemudian, awal April, Yahoo! memberitakan bahwa perut buncit karena kegemukan juga mengganggu kerja ginjal, memicu penyakit jantung, dan sederet dampak mengerikan lainnya. Sudah banyak teman, saudara, dan handaitaulan yang menderita berkepanjangan karena  tidak mampu menjaga pola makan. Ditambah lagi, dunia kerja terkini didominasi posisi duduk berlama-lama. Akibat dari keduanya sudah jelas : kegemukan, dan ujung-ujungnya penyakit.

Dalam pikiran saya, penderitaan orang lemah karena sakit itu ada tiga : tidak menghasilkan, keluar biaya, dan rasa sakit itu sendiri. Padahal, kita membutuhkan kesehatan untuk melaksanakan berbagai aktivitas yang nyaris tak terbatas. Sudah pasti jauh lebih nyaman hidup sehat dari pada sakit. Orang-orang terdekat kita seperti keluarga, tetangga, rekan bisnis, dan banyak lagi yang lain, membutuhkan kita dalam keadaan sehat (dan kuat).

Telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah, r.a., Rasulullah SAW bersabda :
Orang iman yang kuat, adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang iman yang lemah. Masing-masing mempunyai kebaikan. Bersemangatlah pada apa-apa yang bermanfaat bagimu dan janganlah kamu lemah. (Sunan Ibni Majah, Sahih).

Siklus hidup semua makhluk sudah diatur Allah. Akan tetapi satu hal  sudah jelas : Yang Kuat Yang Disuka!
Wallaahu a’lam bisshawwab.

Anas Y. Karnain
Wakil Ketua DPW LDII Prov. Sulteng

Rabu, 17 April 2013

MIFTAHUL HUDA, MASJID DENGAN 60 LAMPU

LDII SULTENG - Tepatnya enam puluh satu bila yang berukuran besar, 350 W, dihitung. Lampu besar itu terpasang diposisi tengah dan paling atas. Ada kecenderungan untuk tidak ikut dihitung karena memang nyaris tak pernah dinyalakan, kecuali pada saat ‘dicoba’ saja. Lebih mirip sebagai hiasan. Toh, kalaupun dinyalakan, warnanya tidak putih seperti enam puluh yang lain. Dia ini kuning, dan bila sudah panas, mati sendiri. Bagi orang Jawa, dia seperti ‘danyang’ bagi lampu-lampu lain. Di luar, yaitu di teras kiri, kanan, dan depan masih terdapat sembilan belas titik lampu lagi.

masjid palu miftahul huda
Masjid Miftahul Huda, Jl. Dewi Sartika IV Palu.
(Dok. DPW LDII Sulteng)
Bila dinyalakan bersamaan, akan menyedot daya sebesar 1.772 watt. Angka ini diperoleh dari ((60 + 19) x 18 w) + 350 w = 1.772. Terang Benderang. Pada malam hari, di dalamnya, plafondnya akan seperti bertaburan bintang yang didekatkan.

masjid palu ornamen lampu
Lampu Tengah, 350 Watt. (Dok. DPW LDII SUlteng)
Masjid yang terletak di Jl. Dewi Sartika IV Keluarahan Petobo, Kec. Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng ini mulai dibangun sejak sekitar tahun 1999. Tidak mudah untuk menemukan angka pasti berapa biaya yang telah ditelannya. Apalagi, proses pembangunannya masih berjalan meski tinggal sedikit. Belum lagi, tepat di sebelah kirinya sudah mulai dibangun aula sebagai gedung serba guna.
masjid palu arsitek atap
Bagian Atap, 61 lampu. (Dok. DPW LDII SUlteng)
Bagian kiri, kanan, dan depan berupa pintu-pintu kaca sehingga aktivitas di dalam masjid akan tampak dari luar. Demikian juga sebaliknya, dari dalam keluar. Semua serba transparan.

masjid palu jendela transparan
Pintu-pintu kaca. Transparan. (Dok. DPW LDII SUlteng)

pengajian masjid palu
Pengajian sebagian remaja masjid pada malam hari.
(Dok. DPW LDII SUlteng)
Rumah-rumah warga mengelilingi masjid berukuran 15 x 15 meter ini dan umumnya dibangun menghadap ke arah nya. Meski halaman depan masih berupa tanah-pasir yang kadang-kadang becek oleh genangan air hujan, anak-anak dan para remaja rajin menggunakannya untuk bermain futsal dan aktivitas fisik lainnya.

futsal masjid palu
Kompetisi Futsal U14 di halaman masjid.
(Dok. DPW LDII SUlteng)
Sehari-hari, masjid ini dikelola oleh PAC LDII Kel. Petobo yang digawangi oleh Bp. Edy Puguh Santoso, A.Md. sebagai ketuanya. Kegiatannya lumayan padat. Selain sholat lima waktu, pada malam hari para orang tua menggunakannya untuk mengaji tiga kali seminggu. Remaja usia SLTA ke atas mengisi hari-hari kosong yang tidak digunakan para orang tua untuk mendalami Al Qur’an dan Al Hadits. Anak usia SMP (pra remaja), mengaji setiap habis maghrib sampai isya’, setiap hari, kecuali ada hal luar biasa.

Khusus bagi anak-anak yang masih berusia di bawah dua belas tahun, disediakan waktu setelah sholat asar. Juga setiap hari. Anak-anak ini belajar membaca Al Quran menggunakan metode Iqra’. Selain itu, mereka juga mendapat tugas menghapal surat-surat pendek dari Al Qur’an. Sebagai tambahan materi, untuk menguatkan sikap dan membangun adab, mereka dapat menikmati cerita keteladanan para nabi dan ulama-ulama shalih jaman dulu.

pengajian generus masjid palu
Pengajian di bawah 12 th, sore. (Dok. DPW LDII SUlteng)
Siapa saja yang mengajar mereka? Untuk para orang tua, ada Ustadz H. Idris Sardi, Ustadz H. Nasrullah, Mas Ramadahan yang lulusan Ponpes Wali Barokah Kediri, dan beberapa muballigh dan muballighah yang juga lulusan pondok-pondok pesantren LDII yang tersebar di penjuru nusantara. Bagi remaja ke bawah, banyak tersedia tenaga pengajar yang juga lulusan ponpes-ponpes di atas. Yang terakhir ini dikoordinatori oleh Ibu Sri Martati, S.Pd.

Selain agenda rutin harian, Pak Edy beserta imam dan pengurus masjid akan lebih sibuk pada bulan Ramadhan. Setelah sholat tarawih, jamaah masjid melanjutkannya dengan tadarus Al Qur’an hingga 20 malam pertama. Malam ke 21 hingga sebelum muncul hilal 1 Syawal, warga LDII yang tergabung dalam PAC LDII Kelurahan Petobo melaksanakani i’tikaf. Khusus mengenai i’tikaf ini, disediakan waktu mulai pukul 22.00 s.d. 02.30 wita. Bila ada jamaah yang memulai lebih awal atau mengakhirinya hingga subuh tetap dipersilahkan.

Sesungguhnya orang yang  meramaikan masjidnya Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Dan mendirikan sholat, mendatangkan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunju. (QS  At-Taubah: 18)

Harapannya, dengan semakin tinggi frekuensi dan kuantitas orang yang beribadah di dalam masjid, semakin besar pahala (jariyah) orang-orang yang membangunnya.

Wallahu a’lam bisshawab.

Anas Y. Karnain
Wakil Ketua DPW LDII Prov. Sulteng

PENGAJIAN UMUM LDII SULTENG

PENGAJIAN UMUM LDII SULTENG - Bertempat di Masjid Shirotol Mustaqim Palu, Pengajian Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah, Minggu (14/03/2013) diawali dengan dilantunkannya ayat-ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Ahqof (46) ayat 11- 20 oleh Ustadz H.Idris Sardi. Qiroah itu kemudian dilanjutkan dengan pemaparan makna dan keterangan di surat dan ayat yang sama.

Belakangan ini, rasa ta’dzim (hormat) anak kepada orang tua semakin menurun. Orang tua yang seharusnya dihormati dan diagungkan, yang terjadi justru sebaliknya, tidak jarang yang tersia-siakan. Seorang Ibu yang telah susah payah mengandung, melahirkan dengan taruhan nyawa, kemudian merawat dan mendidik sehingga bisa sampai dewasa, tentunya berhak mem\ndapat penghormatan anak. Tidaklah baik jika anak membantah terhadap perintah orang tua, berbicara kasar, dan berperilaku tidak sopan kepada mereka. Lebih buruk lagi bila terjadi pemukulan. Hal-hal tersebut diatas sudah banyak di publikasikan media cetak maupun elektronik serta berita online di dunia maya. Beritanya cenderung bermuatan sama : tentang terjun bebasnya rasa ta’dzim anak kepada orang tua.

masjid palu ldii sulteng pengajian
Pengajian Umum LDII Sulteng (Dok.LDII Sulteng)
Senada dengan apa yang tersirat dalam surat Al-Akhqof (46) ayat 15 tentang perjuangan seorang ibu dalam melahirkan anaknya, Ustadz Idris menyampaikan kepada perserta pengajian, terutama generasi muda, agar berbuat baik serta meningkatkan keta’dzimannya kepada kedua orang tua.

masjid palu shirothol mustaqim
Pengajian Umum di Masjid Shirothol Mustaqim Palu
(Dok.LDII Sulteng)

Masih tentang “Pembinaan Generasi Muda”. Ustadz H.Suyatno mennyampaikan beberapa hadits tentang tata cara mendidik anak sebagai wujud melaksanakan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim(66) ayat 6 :

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

Juga, ditekankan kepada para orang tua agar memperhatikan dan mendidik putra-putrinya tentang kewajiban seorang muslim untuk mendirikan rukun Islam yang kedua,  “Sholat”.

Di akhir pengajian Bapak Drs. H.Zaenal Abidin Syam, M.Si. selaku Pembina DPW LDII Sulawesi Tengah memberikan nasehat agama. Beliau menghimbau agar warga LDII Sulawesi Tengah bisa ikut serta mewujudkan Sulawesi Tengah yang damai dengan menciptakan kerukunan dan kekompakan yang dimulai dari keluarga, kemudian dilanjutkan dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. (zz).

Sabtu, 13 April 2013

LDII SULTENG : Dirgahayu Provinsi Sulawesi Tengah Ke-49

DIRGAHAYU PROVINSI SULAWESI TENGAH
KE - 49

LDII Sulteng Dirgahayu Sulteng 49
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 
Provinsi Sulawesi Tengah 
bertekad turut membangun masyarakat madani yang kompetitif, 
berbasis tabiat jujur, amanah, 
kerja keras, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.

Kamis, 11 April 2013

PENGAJIAN MAHASISWA DPD LDII KOTA PALU

Pengajian Mahasiswa DPD LDII Kota Palu - Mahasiswa adalah salah satu kaum intelektual yang kehadirannya diharapkan bisa memberikan perubahan yang lebih baik di masyarakat. Sadar atau tidak lingkungan begitu besar pengaruhnya tehadap pribadi seseorang termasuk mahasiswa. Dengan membudayanya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, secara perlahan akan menghancurkan pribadi dan mengancam masa depan mereka. Padahal mahasiswa merupakan aset masa depan negara.

pengajian mahasiswa ldii kota palu
Pengajian Mahasiswa LDII Kota Palu (Dok. LDII Sulteng)


Oleh karena itu, Minggu (7/4/2013) bertempat di Majelis Taklim Shirotol Mustaqim Palu, DPD LDII Kota Palu melalui Biro Organisasi Kepemudaan dan Kaderisasi mengadakan pengajian khusus mahasiswa serta sarjana yang berstatus belum menikah.

Pengajian yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali ini dimulai pukul 09.30 dan diakhiri pukul 11.30 WITA. Pengajian tersebut memaparkan hukum-hukum tentang tata cara menunaikan rukun islam yang kelima yaitu beribadah haji. Pemateri dalam kegiatan kali ini adalah Ustadz H.Suyatno. Walaupun para peserta pengajian umumnya belum mampu untuk berangkat haji ke Baitullah, setidaknya mahasiswa bisa mengerti dan memahami dengan baik ilmu berhaji ini.

Internet Sehat LDII Palu
Materi Internet Sehat Pengajian Mahasiswa LDII Kota Palu
(Dok.LDII Sulteng)
Sesi berikutnya, mahasiswa yang tergabung di jurusan komputer berbagi ilmu tentang peran penting internet di masa depan. Termasuk, yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan tips-tips berinternet secara sehat. Salah satu diantaranya adalah menggunakan blog untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan.

Dengan diadakannya pengajian mahasiswa seperti ini diharapkan bisa melahirkan intelektual yang berakhlak baik, berilmu, dan mandiri. Diharapkan, selain memberikan nilai lebih pada pribadi mahasiswa itu sendiri, mereka juga bisa menjadi panutan yang baik bagi masyarakat.

Lebih jauh, harapannya adalah agar kota Palu terbebas dari konflik dan menjadi kota damai yang diidam-idamkan penduduknya. Semoga. (zz)

LDII MENGGELAR KHATAMAN IBNU MAJAH

LDII Palu – Selasa (15/03/2013), Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kelurahan Tatura Selatan mengadakan khataman  Kitab Hadits Ibnu Majah Jilid II. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga LDII, bahwa disela – sela kesibukan sehari-hari masih bisa meluangkan waktu untuk mengaji dan mengkhatamkan kitab yang cukup tebal itu. Ini juga merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT yang merupakan kewajiban bagi setiap hambaNya.

ldii kota palu
Ketua DPD LDII Kota Palu (Dok :LDII Sulteng)

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua DPD LDII Kota Palu, Bapak Drs. H. Imam Sutarto. Dalam sambutannya Bapak Imam Sutarto menyampaikan bahwa ilmu – ilmu yang sudah dikaji dalam Kitab Hadits Ibnu Majah Jilid II agar bisa diamalkan oleh tiap-tiap jamaah.

Transfer ilmu dilaksanakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia secara berjenjang dari DPP LDII kemudian diteruskan ke DPD di kabupaten-kota. DPD meneruskan ke PC dan PAC di kecamatan dan kelurahan-desa. Terkhir, sekarang giliran tingkat PAC meneruskannya ke masing-masing Warga LDII, termasuk PAC LDII Kelurahan Tatura Selatan

Pengkajian Kitab Hadits Ibnu Majah Jilid II ini dimulai sejak tiga tahun lalu dan diadakan secara rutin dua kali dalam seminggu yaitu setiap malam Kamis dan malam Sabtu. Di PAC ini, materinya disampaikan oleh Ustadz Abdul Qohar Arrasyid.

Kegiatan khataman ini juga dirangkaikan dengan acara makan bersama sebagai salah satu bentuk rasa syukur. Walaupun sederhana akan tetapi alhamdulillah, para peserta dapat menikmati dengan suka cita. (al/zz).

Kamis, 04 April 2013

AL JIBAAL

LDII SULTENG - Gunung berapi, menurut Wikipedia adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. (Bila sudah tidak ada aktivitas magma di dalamnya, boleh disebut gunung api tidak aktif atau mati).

DI luar hal di atas, Islam mengajarkan bahwa gunung sebagai paku atau pasak bagi bumi. Sebagaimana paku atau pasak dalam dunia meubel dan konstruksi kayu,  gunung berfungsi merekatkan kepingan-kepingan bumi agar menyatu dan tidak pecah berhamburan. Hal ini tidak bisa diperdebatkan. Kenapa? Ilmu pengetahuan didasarkan bukti empiris, sedangkan agama berurusan dengan keyakinan.

Sebagaimana dirilis Departemen Pertambangan dan Energi dalam Data Dasar Gunung Api Di Indonesia, Negara kita tercatat sebagai ‘pemilik’ gunung api aktif terbanyak di dunia. Jumlahnya sekitar 30% dari gunung api aktif seluruh dunia. Jumlah gunung api yang meletus sejak tahun 1600 sampai saat ini ada 125 buah. Di antara gunung-gunung api aktif itu terdapat nama Soputan di Sulawesi Utara, Semeru dan Kelud di Jawa Timur, Agung di Bali, Merapi di Jawa Tengah, Papandayan di Jawa Barat, Krakatau di Selat Sunda, dan Tambora di Nusa Tenggara Barat.

ldii kota palu
Merapi, 2010 (Sumber : www.google.com)

Merapi

Dia gunung yang sangat aktif. Belum lama berselang meletus mengalirkan lava dan dilanjutkan dengan lahar dingin. Belum lagi hembusan wedus gembelnya, yaitu awan panas panas yang mampu menghanguskan tanaman dan membunuh ternak. Bahkan hawa bersuhu sekitar 500-600 derajat celcius itu menewaskan Mbah Maridjan Sang Juru Kunci, serta  mengeringkan desa tempat tinggalnya, Kinahrejo di Kab. Sleman.

Kota-kota dibawahnya seperti Sleman, Bantul, Magelang, Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya menerima abunya. Ribuan orang mengungsi. Entah berapa korban dan kerugian materi yang sesungguhnya.

Uniknya, setelah proses meletus ini selesai, Merapi menjadi obyek wisata. Desa Kinahrejo dikunjungi turis-turis lokal maupun asing. Pasir tumpahannya menjadi berkah. Satu hal yang masih tetap, Gunung Merapi masih bisa meletus lagi dan mengusir orang-orang keluar dari rumahnya.
Pengungsi Merapi, 2010. Tersiram abu.
(Sumber : www.google.com)

Krakatau

Letusan dahsyatnya tahun 1883 tercatat sejarah sebagai salah satu letusan terbesar. Kekuatannya diperkirakan sejuta kali lebih besar dari bom hidrogen. Sebuah bencana yang mengerikan.

Data Departemen Pertambangan dan Energi melaporkan bahwa kekuatan letusan itu telah menimbulkan gelombang pasang dan tsunami. Sekitar 31.000 jiwa tewas tersapu dan 4.500 terpanggang. Juga tewas. Kerugian harta benda tak terhitung.

Belum lagi habis ancaman letusannya, Krakatau ‘melahirkan’ anak yang tidak kalah aktifnya.
warga ldii palu
Letusan Lava Anak Krakatau.
(Sumber : www.google.com)

Tambora

Tercatat meletus tahun 1815. Menelan korban lebih dari 80 ribu jiwa karena kelaparan dan 12 ribu jJiwa tewas tersengat awan panas. Abu yang disemburkannya berbulan-bulan menutup angkasa. Akibatnya, sinar matahari tidak menembus permukaan bumi di bawahnya. Dampak selanjutnya, musim dingin berkepanjangan di belahan bumi utara.
Tambora. (Sumber : kompasiana)
Benua Eropa mengalami bencana kelaparan karena gagal panen dan kematian  ternak. Bila dirunut lebih jauh, konon, letusan ini berkait erat dengan tewasnya 65.000 orang di Inggris karena kelaparan. Juga, berbuntut pada kerusuhan di Perancis di tahun yang sama.  Letusan ini telah mengakibatkan kerugian dengan hitungan ‘mengerikan’. Hanya dengan satu letusan gunung ini saja sudah menimbulkan bencana seluas hampir  seperempat dunia.

Saya membayangkan betapa lebih mengerikannya bila ketiga gunung di atas meletus bersamaan. Lantas, bagaimana jika nanti, pada saatnya, : watakuunul jibaalu kal ‘ihnil manfuus..?

“Dan gunung-gunung seperti debu beterbangan (hancur) …”

Wallaahu a’lam bisshawab.

Anas Y. Karnain
Wakil Ketua DPW LDII Prov. Sulteng